oleh: Hangga Damai

Secara umum air dapat diperoleh dari dua sumber, yaitu air tanah dan air permukaan. Air tanah merupakan sumber air alami dalam bentuk mata air dan sumur. Istilah air permukaan mengacu pada seluruh air yang berada pada permukaan tanah, baik yang mengalir maupun yang berada dalam penampungan. Sumber air jenis ini dapat dijumpai antara lain dalam bentuk sungai, danau, waduk, dan irigasi.

Tubuh manusia terdiri dari 65 % air atau terdapat sekitar 47 liter air per orang dewasa. Setip hari 2,5 liter dari jumlah air tersebut harus diganti dengan air yang baru. Dari sejumlah air yang harus diganti tersebut, 1,5 liter berasal dari air minum.

Peningkatan penduduk yang terus berlangsung mengakibatkan peningkatan kebutuhan air minum. Mata air yang ada tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan air minum. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dicari sumber-sumber air minum yang lain. Sumber-sumber air minum tersebut yaitu jaringan pipa air minum PDAM, mata air, sumur artesis, air tanah dangkal, air permukaan, air hujan, dan air laut.

Tuntutan masyarakat untuk mencari air minum yang higienis dan siap minum menjdaikan industri air minum dalam kemasan berkembang dengan cepat. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah perusahaan disektor industri air minum dalam kemasan dan produksi air minum kemasan.

Dewasa ini berbagai produk air minum dalam kemasan beredar dalam pasar. Produk yang beredar tersebut boleh dibilang serupa tapi tak sama, serupa isinya namun berbeda mutunya. Tidak mudah untuk menentukan mutu tiap air minum dalam kemasan jika hanya secara kasat mata.

Jadi jangan sembarangan memilih air minum anda! Tidak semua kualitas air isi ulang baik.