Hangga`s Laboratory, Sebuah Catatan Akhir Kuliah

science, BisnisMay 11, 2009 8:39 am

Lele

Ikan air tawar merupakan salah satu alternatif hasil perikanan untuk memenuhi kebutuhan protein hewani. Potensi produksi budidaya air tawar di perairan umum, kolam air tawar, saluran irigasi, dan mina-padi (nila, mas, gurame, lele, patin, bawal air tawar, dan lain-lain) seluas 13,7 juta ha diperkirakan sebesar 5,7 juta ton/tahun, dan baru diproduksi sebesar 0,3 juta ton (5,5 %) pada tahun 2003 (http://www.dkp.com). Salah satu ikan air tawar yang saat ini diminati  adalah ikan lele (Clarias batrachus).
Lele adalah ikan yang hidup didasar kolam, kebiasaan makannya adalah bervariasi, mereka makan serangga, cacing, sejenis udang kecil, decomposing organic matter, juga tumbuh-tumbuhan dan masih bisa hidup jika lingkungan hidupnya sedikit tidak bersahabat suatu misal lingkungan yang kurang oksigen, dimana ikan lain sudah susah hidup tetapi lele masih. Ikan lele tumbuh dengan cepat dan resistant terhadap lingkungan. Pada masa mudanya para lele ini adalah pemakan plankton dan hewan air yang berukuran kecil, sedangkan pada masa muda dan dewasa beralih menjadi pemakan detritus. Pada usia satu tahun berat badannya kira-kira lebih dari 100 gram dan bisa hidup lama sehingga panjang badan bisa mencapai sekitar 2 meter. Sebenarnya ikan lele adalah ikan air tawar, tetapi ada pula saudaranya yang hidup di air laut. Ikan lele ini tersebar didunia mulai dari Eropa sampai Amerika dan banyak sekali jenisnya. Beberapa tahun yang lalu di Indonesia diperkenalkan satu jenis lagi ialah lele dumbo, menilik dari namanya lele ini berukuran super dan pertumbuhannya cepat sekali sehingga ukuran konsumsi bisa didapatkan dalam waktu yang relatif singkat.
Ikan lele (Clarias batrachus) adalah ikan air tawar yang bernilai ekonomis penting dan sudah tersebar luas di Indonesia. Kebutuhan lele konsumsi di dalam negeri terus mengalami peningkatan sejalan dengan semakin populernya lele sebagai hidangan yang sangat lezat. Kebutuhan lele konsumsi Provinsi Banten dan Ibu kota Jakarta mencapai 7 – 9 ton/hari, sedangkan untuk Kabupaten Serang mencapai 1,5 ton/hari. Produksi ikan lele di Indonesia dari tahun 1993 hingga tahun 2002 terus mengalami peningkatan baik pada budidaya kolam, sawah ataupun keramba.
Ukuran konsumsi ikan lele yang disukai konsumen adalah sekitar 25 cm panjang dan beratnya 200 gram, bisa didapatkan dalam jangka waktu 4 sampai 6 bulan pemeliharaan dikolam. Permintaan ikan lele untuk konsumsi tak pernah surut. Sebagai gambaran, kebutuhan rata-rata per unit warung tenda di Jabodetabek berkisar antara 7 sampai 8 kg per hari. Ini berarti dalam sehari pasokan lele untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya saja dapat mencapai 100 ton/ hari. Sedang untuk daerah bogor minimal setiap harinya dibutuhkan sebanyak 1 ton / hari.

Info Penjualan :

Jual Lele

Kami menerima pesanan lele baik bibit, indukan ataupun ukuran konsumsi untuk daerah Jabodetabek dengan harga terjangkau.

Ikan Lele yang kami jual adalah jenis Lele dumbo. 

Kami menerima pesanan dengan jumlah besar dan juga menerima sistem pesanan secara continue (kontrak).

Untuk info lebih lanjut silahkan email ke: hanggadamai(at)gmail(dot)com dengan Subyek "Beli Lele"

atau telp (no sms) ke 085692061070 atas nama Hangga Damai.

science, IndonesiaNovember 18, 2008 12:52 am

oleh: Hangga Damai

Secara umum air dapat diperoleh dari dua sumber, yaitu air tanah dan air permukaan. Air tanah merupakan sumber air alami dalam bentuk mata air dan sumur. Istilah air permukaan mengacu pada seluruh air yang berada pada permukaan tanah, baik yang mengalir maupun yang berada dalam penampungan. Sumber air jenis ini dapat dijumpai antara lain dalam bentuk sungai, danau, waduk, dan irigasi.

Tubuh manusia terdiri dari 65 % air atau terdapat sekitar 47 liter air per orang dewasa. Setip hari 2,5 liter dari jumlah air tersebut harus diganti dengan air yang baru. Dari sejumlah air yang harus diganti tersebut, 1,5 liter berasal dari air minum.

Peningkatan penduduk yang terus berlangsung mengakibatkan peningkatan kebutuhan air minum. Mata air yang ada tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan air minum. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dicari sumber-sumber air minum yang lain. Sumber-sumber air minum tersebut yaitu jaringan pipa air minum PDAM, mata air, sumur artesis, air tanah dangkal, air permukaan, air hujan, dan air laut.

Tuntutan masyarakat untuk mencari air minum yang higienis dan siap minum menjdaikan industri air minum dalam kemasan berkembang dengan cepat. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah perusahaan disektor industri air minum dalam kemasan dan produksi air minum kemasan.

Dewasa ini berbagai produk air minum dalam kemasan beredar dalam pasar. Produk yang beredar tersebut boleh dibilang serupa tapi tak sama, serupa isinya namun berbeda mutunya. Tidak mudah untuk menentukan mutu tiap air minum dalam kemasan jika hanya secara kasat mata.

Jadi jangan sembarangan memilih air minum anda! Tidak semua kualitas air isi ulang baik. 

 

scienceNovember 17, 2008 12:46 am

        Kelompok bakteri ini menghasilkan sejumlah besar asam laktat sebagai hasil akhir dari metabolisme gula (karbohidrat). Asam laktat yang dihasilkan akan menurunkan nilai pH dari lingkungan pertumbuhannya dan akan menimbulkan rasa asam. Penurunan pH pada perlakuan garam 30% adalah yang paling cepat bila dibandingkan dengan perlakuan garam lainnya. Penurunan pH tersebut pH tersebut cinderung lebih cepat  sejalan dengan semakin meningkatnya konsentrasi garam yang digunakan. Ini terjadi karena garam mapu menghambat pertumbuhan mikroba pembusuk dan merangsang pertumbuhan bakteri penghasil asam laktat.

            Bakteri asam laktat termasuk bakteri yang bersifat gram negatif, tidak membentuk spora, toleran terhadap asam, dapat tumbuh dengan atau tanpa oksigen, tindakan bergerak dan sebagian besar bersifat katalase negatif (Ingram, 1975 dalam Ginting, 2002). Bakteri ini terdiri dari famili Lactobacillaceae, yaitu spesies dari genus Lactobacillus dan bakteri yang termasuk dalam famili Streptococaceae, yaitu spesies dari genus Leuconostoc, Streptococcus dan Pediococcus. Jenis-jenis yang penting dari kelompok bakteri asam laktat adalah, Streptococcus, Pediococcus , Leuconostoc, dan Lactobacillus.

scienceAugust 10, 2008 1:14 pm

Evaporator merupakan alat yang berfungsi untuk mengekstrak suatu bahan dengan pelarut polar maupun non polar sehingga dihasilkan ekstrak murni dari bahan tersebut. Prinsip alat ini yaitu menguapkan pelarut polar atau non polar yang diletakkan dalam labu sehingga menyisakan ekstrak. Evaporator terdiri dari rangkaian alat-alat yaitu :

Labu ekstrak : tempat  untuk hasil ekstraksi

Labu Pelarut : tempat untuk pelarut

Pompa Vacum  : untuk menarik udara

Water Bath : untuk memanaskan air

Kondensor : untuk mendinginkan uap pelarut

Cara Kerja :

Mula-mula periksa air yang ada dalam styroform, masukkan aerator dan es batu ke dalamnya, setelah itu isi air dalam water bath. Pasang labu ekstrak dan labu pelarut  dan tekan alat sehingga labu pelarut menyentuh air dalam water bath. Nyalakan aerator dalam styroform, labu pelarut, water bath dan pompa vacum dengan menancapkan masing-masing kabel ke stop kontak. Setelah semua kabel terpasang proses ekstraksi dapat berlangsung.

Proses ekstraksi akan selesai jika semua pelarut menguap dan diperoleh ekstrak murni dalam labu ekstrak. Kemudian matikan tombol speed, dan cabut kabel aerator, labu pelarut, water bath, dan pompa vacum yang berhubungan dengan evaporator. Setelah itu, ekstrak yang terdapat di dalam labu diambil dengan cara dikerik dan hasilnya dimasukkan ke dalam botol ekstrak. Untuk selanjutnya labu ekstrak yang telah digunakan tersebut dibersihkan dengan dicuci sampai bersih dan disimpan di tempat yang aman untuk menhindari kerusakan alat. Untuk pemeliharaannya, setelah mengekstrak suatu bahan maka alat dibersihkan dengan cara mengevaporasi akuades agar kondisi evaporator bersih kembali.


ada pertanyaan, komentar, kritik ataupun saran?  klik disini

science, Indonesia 12:59 pm

            Ikan peda adalah produk fermentasi spontan dengan jumlah  dan jenis mikroba yang bervariasi. Berdasarkan bahan baku dikenal dua jenis peda yaitu peda merah dan peda putih. Peda merah mengandung lemak berkisar antara 7-14% yang memberikan rasa gurih, sedangkan peda putih mengandung lemak hanya 1,7-7 %. Tekstur peda merah lebih masir daripada peda putih. Peda dapat dibuat dari ikan kembung (Rastrelliger sp.), ikan lemuru (Sardinella sp.), ikan layang (Decapterus sp.) atau ikan selar (Caranx sp.).

            Mikroba yang berperan selama proses fermentasi adalah mikroba yang berasal dari ikan itu sendiri. Mikroflora yang ditemukan pada ikan kembung terutama adalah bakteri gram negatif, tidak membentuk spora, berbentuk batang atau koki seperti Pseudomonas, Vibrio, Moraxella, Acinobacter, dan Flavobacterium. Pada penggaraman dan pemeraman terjadi proses fermentasi yang dilakukan oleh bakteri pembentuk asam seperti Streptococcus,Leuconostoc, Lactobaccilus, dan Micrococcus.

            Kecukupan garam yang digunakan dalam fermentasi sangat berpengaruh terhadap produk akhir, karena meskipun mengurangi laju enzimatis, garam juga dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan bakteri bakteri pembusuk yang menimbulkan bau yang tidak dikehendaki. Garam bersifat bakteriostatik dan merupakan elektrolit yang mampu memecah ikatan air dalam protein. Akibat lebih lanjut adalah terjadinya denaturasi protein. Garam sebagai pengawet berfungsi menaikkan tekanan osmotik sehingga menyebabkan terjadinya plasmolisis pada sel mikroorganisme, dehidrasi, dan bersifat racun akibat terbentuknya ion klorida serta menyebabkan sel mikroorganisme menjadi peka tehadap karbondioksida.

            Produk peda terbaik hasil penggaraman basah yaitu perlakuan kombinasi BAL dengan garam 15% mengandung TVN dan TMA masing-masing 24,73 dan 10,59 mg N% dengan kandungan garam 9,12% serta Ph 5,5. Hasil evaluasi organoleptik menunjukkan penggunaan kombinasi BAL dengan garam terhadap aspek penampakan, tekstur, aroma dan rasa secara umum dapat diterima oleh panelis dan produk peda tersebut rata-rata memperoleh skor yang lebih tinggi dibanding kontrol tanpa BAL. Perlakuan konsentrasi garam 30% dan lama fermentasi 5 hari cukup efektif meminimalkan histamin.


ada pertanyaan, komentar, kritik ataupun saran?  klik disini

science, Indonesia, Bisnis 12:13 pm

Potensi Indonesia yang merupakan 70% dari wilayah Nusantara, mempunyai garis pantai lebih dari 81.000 km dengan 13.667 pulau, memiliki potensi rumput laut yang cukup besar. Luas perairan serta keragaman jenis rumput laut merupakan cerminan dari potensi rumput laut Indonesia. Dari 782 jenis rumput laut Indonesia, hanya 18 jenis dari 5 genus (marga) yang sudah diperdagangkan. Dari kelima marga tersebut hanya genus Euchema dan Gracilaria yang sudah dibudidayakan (Anggadiredja et al 2006). Produksi rata-rata rumput laut Indonesia selama 5 tahun(1995-1999) sebesar 38.000 ton per tahun dipanen dari lahan seluas kurang lebih 2.500 ha (tambak dan laut). Dengan demikian, baru termanfaatkan sebesar 9,7% saja dari luas potensi lahan yang ada (Anggadiredja et al 2006).

Rumput laut di Indonesia sudah dimanfaatkan sebagai bahan makanan seperti lalap, sayur, kue, manisan, dan obat tradisional. Di bidang pertanian digunakan sebagai pupuk organik, dan di bidang peternakan di beberapa tempat di Kepulauan Nusa Tenggara Timur dan Timor Timur ternak hewan potong diberi makanan yang dicampur dengan rumput laut. Selain itu alga sudah dimanfaatkan di bidang kedokteran, farmasi dan industri lainnya (Angka dan Suhartono 2000).   

Perkembangan industri rumput laut di Indonesia cukup menggembirakan tetapi produknya masih terbatas pada produk dasar (base products) bukan produk akhir yang langsung dapat dimanfaatkan oleh konsumen. Oleh karena itu, impor akan produk akhir rumput laut berupa senyawa hidrokoloidnya (karagenan, alginat, agar) masih terus berlanjut. Hal ini dikarenakan belum berkembangnya teknologi formulasi untuk menghasilkan end product. Kebutuhan senyawa hidrokoloid dalam negeri maupun luar negeri belum terpenuhi secara optimal. Hal ini tercermin dari masih tingginya impor ketiga hidrokoloid tersebut. Volume impor olahan rumput laut per tahun sekitar 596 ton agar-agar, 200 ton karaginan, dan 1.275 ton alginat (Anggadiredja et al 2006). Jadi prospek industri rumput laut di Indonesia cukup menjanjikan untuk produk akhir yang siap pakai dengan penguasaan teknologi dan pemasaran yang tepat agar mampu meningkatkan ekspor dan mensubstitusi impor.

Tantangan dan kendala yang dihadapi peluang bisnis rumput lautjuga cukup banyak. Tidak ada peluang tanpa suatu tantangan dan risiko. Kendalanya antara lain kualitas bahan baku sering fluktuatif, teknologi formulasi untuk menghasilkan produk siap pakai bagi industri hilirnya belum dikuasai dan berkembang, konsumen yang masih lebih percaya pada produk impor daripada produk dalam negeri, belum terjaminnya kontuinitas dan kualitas produksi dalam negeri, dan beberapa indusitri dalam negeri tidak mampu memproduksi sesuai kapasitas terpasang karena kesulitan mendapatkan bahan bakurumput laut yang berkualitas. Dengan adanya kendala seperti inilah yang merupakan tantangan bagi industri baru, untuk menentukan strategi yang tepat baik meningkatkan kualitas bahan baku, sistem manajemen terpadu, dan penguasaan teknologi dan formulasi yang perlu dikembangkan dengan inovasi baru.

Pustaka 

Angka, S. L. dan Suhartono, M. T. 2000. Bioteknologi Hasil- Hasil Laut. Bogor : PKSPL IPB.

Anggadiredja, J. T., Zatnika, A., Purwoto, H. dan Istini, S. 2006. Rumput Laut. Jakarta : Penebar Swadaya


ada pertanyaan, komentar, kritik ataupun saran?  klik disini 

 

 

scienceAugust 9, 2008 12:38 pm

Kalorimetri adalah ilmu dalam pengukuran panas dari reaksi kimia atau perubahan fisik. Kalorimetri termasuk penggunaan calorimeter. Kata kalorimetri berasal dari bahasa Latin yaitu calor, yang berarti panas.

Kalorimetri tidak langsung (indirect calorimetry) menghitung panas pada makhluk hidup yang memproduksi karbondioksida dan buangan nitrogen (ammonia, untuk organisme perairan, urea, untuk organisme darat) atau konsumsi oksigen. Lavosier (1780) mengatakan bahwa produksi panas dapat diperkirakan dari konsumsi oksigen dengan menggunakan regresi acak. Hal itu membenarkan teori energi dinamik. Pengeluaran panas oleh makhluk hidup juga dapat dihitung oleh perhitungan kalorimetri langsung (direct calorymetry), dimana makhluk hidup ditempatkan didalam kalorimeter untuk dilakukan pengukuran.

Jika benda atau system diisolasi dari alam, maka temperatur harus tetap konstan. Jika energi masuk atau keluar, temperatur akan berubah. Energi akan berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya yang disebut dengan panas dan kalorimetri mengukur perubahan suhu tersebut, bersamaan dengan kapasitas panasnya, untuk menghitung perpindahan panas.

Kalorimetri adalah pengukuran panas secara kuantitatif yang masuk selama proses kimia. Kalorimeter adalah alat untuk mengukur panas dari reaksi yang dikeluarkan. Berikut adalah gambar calorimeter yang kompleks dan yang sederhana. Kalorimetri adalah pengukuran kuantitas perubahan panas. Sebagai contoh, jika energi dari reaksi kimia eksotermal diserap air, perubahan suhu dalam air akan mengukur jumlah panas yang ditambahkan. Kalorimeter digunakan untuk menghitung energi dari makanan dengan membakar makanan dalam atmosfer dan mengukur jumlah energi yang meningkat dalam suhu kalorimeter.

Bahan yang masuk kedalam kalorimetri digambarkan sebagai volume air, sumber panas yang dicirikan sebagai massa air dan wadah atau kalorimeter dengan massanya dan panas spesifik. Keseimbangan panas diasumsikan setelah percobaan perubahan suhu digunakan untuk menghitung energi tercapai.

ada pertanyaan, komentar, kritik ataupun saran?  klik disini  

scienceMay 20, 2008 6:15 am

Cumi-cumi memiliki kandungan protein yang tinggi dan kandungan lemak yang renadah. Dengan komposisi myofibril 77-85%, sarkoplasma sebesar 12-20% dan stroma sebesar 2-3%. Mantel cumi-cumi terdiri dari lima lapisan, lapisan tengah merupakan jeringan otot yang teridir dari otot serabut (fibril). Lapisan tengah merupakan 98% dari total tebal mantel,dibagian luar dari lapisan tengah ini terdapat connective tissue yang disebut tunic, yang terdiri dari innertunic dan outer tunic dengan componen serabut kolagen. Bagian luar dari masing-masing tunic ini ditutupi oleh dua jeringan otot yang tipis. Jaringan bagian luar merupakan penghubung antara outer tunic dengan kulit yang disebut overlining, sedangkan jaringan bagian dalam merupakan permukaan mantel dalam yang disebut visceral living. Struktur mantel tersebut menyebabkan kandungan kolagen yang tinggi dan memberikan efek terhadap tekstur menjadi kenyal

Pemanasan pada temperatur sedang akan mempengaruhi keempukan kolagen dan perubahan otot pada cumi-cumi. Dengan adanya blanching (80oC) dan penyayatan daging cumi bagian dalam akan mengakibatkan pelengkungan daging kearah luar. Adanya pemanasan mengakibatkan denaturasi termal jaringan ikat (kolagen) sehingga menjadi empuk, selain itu denaturasi juga terjadi pada protein kontraktil (miofibril), menjadi keras. Penyayatan juga berpengaruh, karena mengakibatan menurunnya water holding capacity. Kekurangan cairan bagian dalam seperti air dan lemak lebih besar dibandingkan bagian luar cumi-cumi. Akibatknya terjadi penyusutan diameter, panjang sel, dan diameter sarkomer serta peningkatan densitas.

ada pertanyaan, komentar, kritik ataupun saran?  klik disini